<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107</id><updated>2011-08-14T11:43:16.596-07:00</updated><title type='text'>Wirausaha</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107.post-1865872859728757508</id><published>2011-07-06T00:50:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T00:50:40.837-07:00</updated><title type='text'>Pegawai VS Wirausaha, Enaknya Pilih Yang Mana ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak terasa masa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi hampir selesai. Kalau diingat-ingat, perjalanan hidup kita selama bersekolah cukup panjang. Kita umumnya memulai dari tingkat taman kanak-kanak, lalu berlanjut menjadi siswa SD, SMP, dan SMA. Seakan waktu berlari, dan menjelang lulus kuliah, usia kita ”tiba-tiba” sudah lebih dari 20 tahun. Wow!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, dalam rentang mengenyam pendidikan belasan tahun itu, apakah kita ”sempat” atau bahkan sudah mempunyai rencana akan melakukan apa setelah lulus setidaknya S-1?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ehm, yang umum terjadi, mereka yang baru lulus S-1 akan memulai ”hidup baru” dengan melamar pekerjaan untuk menjadi pegawai negeri atau bekerja di perusahaan swasta. Akan tetapi, belakangan ini santer terdengar, lulusan S-1 mulai banyak yang berencana mengasah kemampuan dalam berwiraswasta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maklum, belakangan ini semakin sulit mendapatkan lowongan pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikan kita. Bahkan, kesempatan kerja yang terbuka untuk bidang apa pun relatif semakin mengerucut. Kalau kondisinya seperti itu, apakah kita lalu menyerah? Padahal, kehidupan harus terus berjalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada atau tidak lowongan pekerjaan itu, pilihan Riffani Septiana (22) sudah jelas. Mahasiswa semester IX Fakultas Psikologi, Universitas Surabaya, ini mengaku, belum terpikir untuk berwiraswasta. Ia ingin bekerja sebagai pegawai terlebih dulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Aku berencana kerja di bidang entertainment,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fani, panggilannya, berminat menekuni bidang hiburan karena sejak 2009 dia sudah bekerja sebagai penyiar di sebuah radio swasta di Surabaya. Dia juga telah menjadi pembawa acara di televisi lokal pada tahun yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Sebenarnya semula aku cuma iseng, tapi lama-kelamaan (bekerja sebagai penyiar radio dan pembawa acara) jadi sreg,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal, sebelum menekuni dunia hiburan, Fani bercita-cita ingin bekerja sebagai karyawan. Sesuai dengan bidang yang dipelajarinya, ia ingin bekerja di bidang sumber daya manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Sekarang (minatku) berubah, tapi bukan berarti ilmuku enggak terpakai, malah sangat bermanfaat,” ucapnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu, dengan bersemangat, Fani menceritakan pengalamannya sebagai penyiar. Karena memiliki program acara sendiri, dia dituntut untuk luwes dalam berinteraksi dengan pendengar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Aku mengerti ilmu psikologi, jadi lebih gampang dalam membawakan programnya,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Perwira karier&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan mahasiswa Jurusan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, Surabaya, Lestari Ningsih (23). Lestari yang juga menjadi anggota mahasiswa pencinta alam Wanala itu punya obsesi menjadi perwira karier di lingkup TNI.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketertarikan Lestari menjadi perwira TNI bermula sejak dia masih siswa SMP. Keinginan itu semakin besar ketika baru-baru ini dia mengunjungi Pangkalan TNI AL di kawasan Tanjung Perak, Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Dengan latar belakang pendidikan saya, sepertinya cita-cita itu memungkinkan (terwujud). Jadi, saya memprioritaskan keinginan itu. Tetapi, kalau nanti gagal dalam tes, saya mau berwirausaha saja,” ujar Lestari bersungguh-sungguh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, bagi Bakhtiar Rizki Akbar (22), menjadi wirausaha merupakan ”harga mutlak”. Mahasiswa semester VIII Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Bakrie, Jakarta, itu bertekad untuk berwirausaha setelah lulus kuliah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Kebetulan sejak awal kuliah, saya sudah merintis usaha bersama saudara,” ungkap Akbar, panggilannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersama saudara semata wayangnya, Wirawan Akbar (27) yang mempunyai hobi fotografi, mereka menawarkan jasa sebagai wedding organizer. Di sini Wirawan bertanggung jawab untuk urusan produksi, sedangkan Akbar bertugas menjadi manajer serta menangani strategi dan administrasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Pembagiannya sudah pas, apalagi saya mengambil kuliah manajemen,” tutur Akbar yang pernah menjajal kerja paruh waktu di bidang pemasaran itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski terbiasa berwirausaha, dia terkadang dihinggapi rasa penasaran. Sebab, selama ini dia belum mempunyai pengalaman bekerja penuh sebagai pegawai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Sebenarnya saya cuma ingin tahu saja (pengalaman sebagai pegawai). Meski saya tahu, semua pilihan itu pasti ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keuntungan dalam berwirausaha antara lain bisa mengatur jadwal sendiri. Namun, keuntungan itu bisa berbalik menjadi kekurangan jika tidak diimbangi dengan perilaku disiplin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Jelas (menjadi wirausaha) beda banget sama pegawai. Sebagai pegawai bisa dikatakan semuanya sudah jelas, termasuk fasilitasnya,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia lalu mencontohkan keuntungan menjadi pegawai, antara lain mendapatkan jaminan kesehatan. Karena berwirausaha, dia dan kakaknya harus bertanggung jawab kepada diri sendiri sehingga mereka mengikuti asuransi kesehatan dan jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimanapun, wirausaha tetap menjadi prioritasnya. Alasannya, berbeda dengan pegawai, saat berwirausaha, kita justru membuka lapangan kerja. Selain menjalankan usaha wedding organizer, sejak masih SMA dia juga memiliki usaha kecil-kecilan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Saya mempunyai tiga lapak di dekat rumah, dua untuk berjualan pulsa dan satu lagi untuk gorengan,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tak tergantung&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat fenomena belakangan ini, pemerhati pendidikan Arief Rachman menilai, mahasiswa yang baru lulus kuliah tidak lagi sepenuhnya tergantung pada ketersediaan lapangan kerja. Mereka mulai mencari cara untuk berwirausaha dan memosisikan diri untuk menyediakan lapangan pekerjaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski masih banyak yang belum berani berwirausaha, kecenderungan anak muda dalam mengembangkan kreativitas relatif meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Katakanlah kalau menggunakan perbandingan, dulu, hampir 100 persen dari mereka bercita-cita menjadi pegawai. Tetapi, sekarang ada 15 persen di antaranya yang menyiapkan diri untuk membuat usaha sendiri,” ungkap Arief.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut dia, kondisi seperti itu positif dan sehat karena berarti semakin banyak orang yang kreatif untuk membuka lapangan pekerjaan. Namun, dia juga mengingatkan mahasiswa yang baru lulus agar tidak terobsesi untuk langsung masuk jenjang karier.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maksudnya, karena baru lulus, mereka sebaiknya mencari pengalaman lebih dulu, misalnya dengan memperkuat disiplin dalam kerja tim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Kalau bisa, kita harus bisa bersikap terbuka, jangan terlalu membatasi diri,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut dia, masa depan negara ini harus diperkuat oleh tulang punggung anak muda dengan semangat kewirausahaan. Di sini diperlukan kemampuan dan kreativitas mereka yang lebih terasah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya, jika mahasiswa yang baru lulus kuliah langsung masuk dalam sistem, misalnya menjadi pegawai negeri sipil, otomatis mereka akan terjebak dalam rutinitas. Hal tersebut berpeluang membuat kreativitas mereka jalan di tempat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Setelah mencari pengalaman bekerja, mereka sebisa mungkin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, misalnya mengambil S-2 agar mampu mengembangkan ilmu di jalur pendidikan,” kata Arief.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimanapun, keputusan untuk menentukan langkah ada di tangan kita sendiri, apakah kita mau menjadi pegawai atau berwirausaha. Menjadi pegawai demi mendapatkan pengalaman sah-sah saja. Namun, merintis usaha juga bukan hal yang mustahil asal dilakukan dengan sungguh-sungguh. &lt;em&gt;(Kompas, 6 Juli 2011)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7728723431089943107-1865872859728757508?l=pse-wirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/1865872859728757508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/1865872859728757508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/2011/07/pegawai-vs-wirausaha-enaknya-pilih-yang.html' title='Pegawai VS Wirausaha, Enaknya Pilih Yang Mana ?'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107.post-5355181154781703262</id><published>2011-06-28T11:38:00.000-07:00</published><updated>2011-08-14T11:43:16.874-07:00</updated><title type='text'>Memberdayakan Petani Dengan Paguyuban</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mustofa adalah seorang petani organik. Dia percaya sepenuhnya bahwa petani memiliki kekuatan dan sumber daya yang melimpah. Petani hanya memerlukan keberanian untuk melawan arus dan percaya pada kemampuan diri sendiri supaya bisa berdaya dan berjaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah perjalanan pendidikannya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Jurusan Tarbiyah, Mustofa yang tinggal di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ini prihatin dengan nasib petani di desanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar tahun 1998 petani bergulat dengan berbagai masalah, seperti harga yang anjlok saat panen dan serangan hama yang tidak teratasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Saya melihat sendiri bagaimana petani menjadi buruh di sawahnya sendiri. Ini kan sangat ironis. Jangankan untuk membiayai sekolah anaknya, untuk bertanam lagi pun mereka tidak bisa karena hasilnya tidak seberapa,” ujar Mustofa tentang kondisi tahun 1990-an.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prihatin pada kondisi petani itulah kemudian Mustofa bersama Basirun Mas’ud dan Muslih, yang juga petani, melakukan analisis untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi petani. Hasilnya, mereka merumuskan sistem pertanian organik terpadu untuk diterapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadilah Paguyuban Petani Al Barokah pun berdiri tahun 1998. Kemudian, mereka bersama-sama para petani di daerah lain bersatu, mendirikan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT). Nama Qaryah Thayyibah diambil dari bahasa Arab yang berarti desa yang berdaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang, menjadi desa yang berdaya adalah kehendak yang ingin dicapai Mustofa, saat ia terpilih menjadi Ketua Harian Paguyuban Al Barokah tahun 2000-2008. Dia lalu menjadikan pertanian organik yang terintegrasi sebagai ideologi baru bagi para petani. Targetnya, tidak boleh ada yang terbuang dalam proses produksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka menggunakan benih lokal, yang ternyata lebih tahan hama ketimbang benih hibrida. Jika dimakan tikus misalnya, batang padi tersebut masih bisa tumbuh dan menghasilkan walaupun tidak sebaik padi yang tidak dimakan tikus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pemberdayaan perempuan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para petani menjual beras mereka kepada Paguyuban Al Barokah dan dihargai Rp 9.000 per kilogram. Di paguyuban, beras organik tersebut digiling dan dikemas untuk dikirimkan ke beberapa tempat, seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, sisa-sisa panen pun tidak terbuang. Bekatul misalnya, mereka olah menjadi minuman yang diyakini berkhasiat bagi penderita diabetes. Selain itu, sekam dari padi pun diproses menjadi bio-arang sekam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, para petani diajak memelihara ternak. Menurut Mustofa, kotoran ternak bisa mereka manfaatkan untuk menghasilkan biogas dan ampasnya diolah menjadi pupuk organik. Meskipun baru beberapa bulan berjalan, kini sudah ada delapan rumah yang memanfaatkan biogas tersebut sebagai pengganti bahan bakar gas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua proses tersebut mengakibatkan para petani nyaris tidak perlu mengeluarkan biaya operasional, meski mereka tetap harus mengeluarkan ongkos untuk biaya transportasi, sewa lahan, dan upah buruh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi para petani itu bisa dikatakan berbanding terbalik dengan saat mereka mengerjakan sawah dengan pertanian konvensional. Pada pertanian konvensional, petani harus membeli benih, pupuk, dan pestisida.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, Mustofa juga mendorong pemberdayaan perempuan di desanya. Lewat para perempuan di desa, ekonomi keluarga petani terbantu. Caranya, hasil pertanian selain padi, seperti singkong, ubi, dan kedelai, diolah para perempuan desa menjadi penganan untuk dijual.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kegiatan belajar&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat banyaknya petani yang tak mampu menyekolahkan anak, Paguyuban Al Barokah lalu mendirikan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) paket B. Sekolah itu mereka beri nama sekolah global Qaryah Thayyibah (QT).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekolah ini memiliki kurikulum yang khas. Di sini anak-anak lebih banyak belajar keterampilan untuk bertahan hidup, seperti bagaimana membuat pupuk, bercocok tanam, dan memelihara ternak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Informasi pun dibuka seluas-luasnya. Mustofa menyediakan internet di kantor Paguyuban Al Barokah yang dinamai Lumbung Sumber Daya (LSD) dan di sekolah QT. Petani bisa dengan mudah memanfaatkan internet untuk mencari informasi mengenai benih, serangan hama, atau harga komoditas terkini di pasaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak cukup sekadar mendapat informasi tentang bercocok tanam, petani membutuhkan akses ke lembaga keuangan karena selama ini perbankan enggan menyalurkan kredit untuk petani. Mustofa lalu menjadikan paguyuban itu sebagai badan hukum dengan nama Koperasi Simpan Pinjam Gardu Tani, yang kini memiliki 372 anggota. Untuk menjangkau petani yang tidak menjadi anggota koperasi, didirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semakin lama komunitas itu kian dikenal sehingga banyak orang datang untuk belajar atau menelitinya. Maka, Mustofa pun menjadikan daerah yang dinamai kawasan Jogosatru (nama sebuah bukit) itu menjadi Pusat Belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pusat Belajar tersebut mengambil tempat di rumah Mustofa. Selain petani, Pusat Belajar juga dimanfaatkan mahasiswa dan siswa sekolah dari sejumlah daerah. Mereka memanfaatkannya untuk belajar mengenai pertanian organik terpadu. Berbagai referensi pun tersedia, berjajar rapi di rak buku yang ada di ruang tamunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Selektif&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat kesungguhan Mustofa dan petani di Kecamatan Susukan, bantuan pun datang, baik dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun perusahaan. Namun, Mustofa menekankan, petani tetap mesti selektif menerima berbagai kemudahan yang diberikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Bantuan pupuk kimia misalnya, tidak kami terima karena tak sesuai dengan ideologi kami,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Mustofa, petani berhak dan mampu maju. Pengelolaannya dapat dimulai dari tingkat komunitas. Petani tidak harus bergantung pada bantuan pemerintah. Dengan mandiri, petani justru dapat melepaskan diri dari kungkungan pertanian konvensional dengan tingkat ketergantungan tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Sekali menggunakan benih hibrida misalnya, pupuk yang digunakan harus merek tertentu, pestisidanya juga tidak bisa pakai yang lain. Padahal, itu semua membutuhkan biaya besar,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mewujudkan pertanian organik, kata Mustofa, adalah sebuah gerakan melawan arus. Selama ini petani sudah terpola dengan sistem pertanian konvensional sejak revolusi hijau sekitar 1970-an.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gerakan pertanian organik yang dimulai Mustofa di kampungnya sejak 1998 pun mulai memperlihatkan perkembangan. Salah satu indikasinya adalah semakin banyak pihak yang menyadari dan mau kembali pada pertanian yang ramah lingkungan. &lt;em&gt;(Kompas, 28 Juni 2011)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7728723431089943107-5355181154781703262?l=pse-wirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/5355181154781703262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/5355181154781703262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/2011/06/memberdayakan-petani-dengan-paguyuban.html' title='Memberdayakan Petani Dengan Paguyuban'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107.post-3735126159266821011</id><published>2011-06-11T10:36:00.000-07:00</published><updated>2011-06-19T22:21:21.808-07:00</updated><title type='text'>Irwan Hidayat: Besarkan Jamu, Kembangkan Hotel</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-IWva9Yq8ris/TfOpT8dJqVI/AAAAAAAABiA/iyILfbJMk4I/s1600/n643897822_1581791_4396871.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://4.bp.blogspot.com/-IWva9Yq8ris/TfOpT8dJqVI/AAAAAAAABiA/iyILfbJMk4I/s200/n643897822_1581791_4396871.jpg" t8="true" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Nama Irwan Hidayat selama ini lebih populer dan akrab dengan produk jamu yang sudah merambah tak hanya di pelosok Indonesi namun sampai mancanegara. Namun sejak 2010, Irwan pun mulai merambah bisnis hotel. Sejak tahun 1951 berkiprah di bisnis jamu, Irwan Hidayat kini sudah memikirkan bisnis lainnya. Pilihannya pun jatuh kepada bisnis hotel. "Memang ini berada di luar bisnis utama kami jamu dan obat tradisional, tetapi tidak ada salahnya untuk mengembangkan bisnis hotel,” ujar Irwan beberapa waktu lalu usai peresmian. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulai dibangun awal 2010, hotel yang diberi nama Tentrem diperkirakan sudah bisa beroperasi pertengahan tahun ini. Irwan mengaku dirinya merogoh dana senilai Rp 200 miliar untuk hotel bintang lima tersebut. "Semoga kehadiran Hotel Tentrem nantinya akan memberikan arti bagi perkembangan industri pariwisata di Yogyakarta," ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekedar diketahui, di Jogjakarta sendiri, saat ini terdapat 17 hotel terdiri dari bintang tiga dan bintang lima. Irwan pun sudah menyimpan rencana jangka panjang untuk bisnisnya kali ini. “Kalau hotel tersebut berkembang, kami akan melakukan pengembangan melalui jaringan waralaba, sehingga semakin berkembang,” ujar Irwan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hotel yang dibangun dengan sentuhan bangunan tradisional modern, berdiri di atas lahan seluas 13.000 meter persegi dan memiliki 276 kamar, berada di Jalan AM Sangaji yang merupakan salah satu jalan strategis di kota gudeg tersebut. Seperti mengulang sejarah, peletakan batu pertama pembangunan pabrik Sido Muncul di Ungaran Semarang pada 1988 juga dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Saat itu luas pabrik Sido Muncul 21 hektare. Kini pabrik Sido Muncul luasnya mencapai 58 hektar. “Kami juga berharap seperti itu,” ujar Irwan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Irwan mengatakan, seperti halnya PT. Sido Muncul, hotel ini nantinya bakal dikelola bersama dengan kelima saudaranya. Irwan menjelaskan, logo Hotel Tentrem yang berbentuk bunga teratai berjumlah lima helai diikat dengan cincin emas mempunyai arti bahwa kami lima bersaudara (dirinya bersama adik-adik kandung) senantiasa akan selalu menjaga kerukunan, kebersamaan sampai kapan pun, termasuk semua keturunan. “Kami percaya hanya dengan kerukunan ‘tanah menjadi emas’, rezeki dan berkat Tuhan mengalir apabila kita menjaga kerukunan,” imbuhnya. Simbolisme itu juga amat terlihat pada peletakan batu pertama. Batu-batu diambil dari daerah yang berbeda yang masing-masing mempunyai makna. Batu pondasi pertama diambil dari Rowo Seneng dan batu penjuru diambil dari desa Gianti yang mempunyai makna bagi pembangunan ini adalah agar nantinya hotel ini memberikan kedamaian seperti saat perjanjian Gianti pada 1755 silam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nama Hotel Tentrem bermakna agar semua hidup dalam ketenteraman hati, dengan harapan agar siapapun tamu yang datang atau menginap di hotel ini akan merasakan ketenangan atau ketentraman hati,” kata Irwan Hidayat. “Semoga kehadiran Hotel Tentrem nantinya akan memberikan arti bagi perkembangan industri pariwisata di Yogyakarta” tambah Irwan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pembelajar&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sisi pendidikan, Irwan barangkali termasuk yang tak patut ditiru. Ia hanya sampai tamat pendidikan formal hingga SMA. Namun justru di tangannya Sido Muncul yang tadinya hanya usaha jamu tradisional rumahan tumbuh menjadi usaha besar, modern dan dinamis. Satu hal yang bisa menjadi pelajaran dari Irwan Hidayat, ia tipe orang yang pembelajar dan selalu beradaptasi dengan perubahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal kualitas jamu, Irwan benar-benar memberikan perhatian penuh. “Saya tanya pada orang-orang apakah suka minum jamu. Mereka bilang tidak. Kenapa? Katanya rasanya pahit, bau, dan tidak enak di mulut. Saya lalu tanya sama orangtua kenapa jamu pahit. Mengapa orang hanya minum jamu kalau lagi tak punya uang,” ujar Irwan. Ia pun mendapat beragam jawaban, seperti pahitnya memang disengaja, karena bahan-bahannya murah. “Selain itu, ketika memasaknya sering ditinggal sehingga gosong dan pahit. Dapurnya kotor, dan yang bekerja juga tak punya tradisi bersih,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka Irwan mulai membenahi produk. Ia mulai memilih bahan-bahan yang berkualitas dan lebih bersih. Petugasnya harus bersih, pekarangannya bersih, dapurnya bersih, alatnya modern dan bersih. Ia menerapkan standar tinggi, di atas CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik), yaitu CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Ini adalah standar perusahaan farmasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak itu produknya diterima pasar. Ia mengubah logo, kemasan, dan cara-cara komunikasi. Ia memakai bintang-bintang unggulan dalam beriklan seperti: Sopia Latjuba, Jeremy Thomas, Grup Band Dewa, Warna, Mayang Sari, Timbul, Inul Daratista, sampai atlet tenis Wenny Prakusha, budayawan Setiawan Djody bahkan almarhum juru kunci Merapi Mbah Maridjan. Tak hanya itu, Irwan banyak memanfaatkan keindahan alam sebuah daerah menjadi latar belakang iklan produk dengan bintang sejumlah olahragawan dan tokoh berlatar belakang budaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ide ini muncul karena beberapa waktu lalu Malaysia menggunakan sejumlah budaya kita sebagai bagian dari promosi pariwisatanya. Ini berarti semua budaya kita itu bagus dan dimanfaatkan negara lain. Mengapa kita sendiri tidak menggunakannya? Saya lantas berpikir mengapa tidak saya gunakan dan digabungkan dengan mengiklankan, mempromosikan produk saya,” ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak hanya itu, ia juga melakukan inovasi produk. Dari semula beberapa produknya terbuat dari serbuk yang pahit, Irwan pun mengubahnya menjadi cair dengan rasa mentol yang terasa hangat di leher. Irwan mengatakan itu semua bagian dari ikhtiarnya. Namun ada hal lain yang menurutnya tak kalah penting bagaimana perusahaannya tetap bisa berkembang seperti sekarang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Irwan mengatakan, ini bagian dari adik-adik dan dirinya yang bekerja mati-matian untuk maju. “Bagi saya, bekerja meneruskan usaha jamu ini merupakan pilihan tunggal. Setelah lulus SMU, di hadapan saya cuma usaha jamu yang diwariskan orangtua. Jadi, saya harus tekun di situ dan ketekunan ini yang antara lain membuat kami sukses,” ujar Irwan. “Tetapi, kalau sampai seperti kondisi hari ini antara lain juga karena faktor keberuntungan kami,” lanjutnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Irwan mengatakan, keuletan dan ketekunan merupakan ajaran kakek-nenek, ibu dan bapaknya untuk mencapai sukses. Tetapi, kalau soal kesuksesan itu, Irwan mengaku merupakan rahasia Sang Pencipta. “Karena kita tidak mengerti. Kadang ada yang mati-matian, tapi ya begitu-begitu saja, sementara ada yang tidur- tiduran tapi kaya raya. Ini menurut saya bagian dari rahasia Tuhan,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, menurut Irwan, kesuksesan ia raih karena ia tetap kompak dengan adik-adiknya. “Kalau perusahaan kami menjadi sukses seperti hari ini, sebetulnya karena kerjasama di antara kami, juga karyawan. Banyak teman juga menyumbangkan ide. Namun, saya bersyukur karena saya dan adik-adik bisa rukun dan maju bersama. Jarang bisa rukun saat maju. Ini mukjizat buat saya karena tidak semua keluarga bisa mengalami,” ujarnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sembilan Langkah Cara Irwan Hidayat Mengembangkan Bisnis&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pengembangan produk dilakukan sedekat mungkin dengan perubahan pelanggan. Artinya, Perusahaan harus tahu keluhan pelanggan-pelanggannya yang juga hidup dan punya masalah di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Mengendus pasar dengan intuisi yang dibangun karena berada sedekat mungkin dengan pelanggan. Contoh: mengunjungi warung-warung jamu secara rutin dan mengantar mereka pulang saat lebaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Membangun hubungan dengan hati, bukan semata-mata dengan akal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Bukan semata-mata mencari uang. Perusahaan harus membangun masyarakat, bukan semata-mata menjadi binatang ekonomi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Komunikasi ditujukan untuk membangun kepercayaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Bekerja dengan cepat. Baginya waktu memang tak bisa dibeli, tetapi kecepatan bisa diciptakan. Cepat dalam mengambil keputusan, meluncurkan produk, dan menariknya kembali bila diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Mengaitkan jamu dengan pariwisata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Membangun institusi. Dunia farmasi memerlukan pabrik obat, tukang obat, dan pengobat. Dalam dunia jamu, pengobat tidak ada sehingga harus diupayakan agar dokter mau menulis resep jamu dan sekolah kedokteran memperhitungkan jamu sebagai bagian dari pengobatan naturapati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Terus-menerus memperbaiki mutu SDM yang bagus, jujur pintar, dan loyal dapat membantu mendeteksi peluang dan ancaman-ancaman. &lt;em&gt;(Surabaya Post, 9 Juni 2011).&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7728723431089943107-3735126159266821011?l=pse-wirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/3735126159266821011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/3735126159266821011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/2011/06/irwan-hidayat-besarkan-bisnis-jamu-kini.html' title='Irwan Hidayat: Besarkan Jamu, Kembangkan Hotel'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-IWva9Yq8ris/TfOpT8dJqVI/AAAAAAAABiA/iyILfbJMk4I/s72-c/n643897822_1581791_4396871.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107.post-4866376525536328423</id><published>2009-05-02T20:46:00.000-07:00</published><updated>2011-04-01T10:21:42.634-07:00</updated><title type='text'>Mempersiapkan Usaha Mandiri Sejak Dini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mengandalkan gelar sarjana untuk mencari kerja sudah tidak zamannya. Sekarang, di saat lapangan kerja semakin sempit, mau tak mau menuntut sebagian mahasiswa untuk mempersiapkan usaha mandiri sejak dini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gelar sarjana belum tentu menjamin masa depan. Tengok saja, begitu lulus kuliah banyak dari mereka menganggur. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka pengangguran bergelar sarjana semakin meningkat pesat empat tahun terakhir ini. Sekadar ilustrasi, tahun 2004 tercatat 348.107 pengangguran sarjana. Pada tahun 2008 meningkat jadi 598.318 orang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seakan sadar oleh kondisi serba sulit yang bakal menghadang itu, Vidia (21) memutuskan merintis usaha jual-beli mutiara. ”Awalnya, saya sulit meyakinkan papa kalau dengan menjual mutiara saya bisa membiayai hidup,” kata Vidia yang masih berstatus mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB). Sejak tahun 2005, Vidia merintis usaha jual-beli mutiara air tawar, yang didatangkan dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, kampung halamannya sendiri. Ia melihat peluang bisnis ini ketika seorang teman titip beli mutiara untuk hadiah ibunya. Teman itu menitip uang Rp 400.000. ”Dari situ saya berpikir ada banyak mahasiswa di kampus dan mereka berpotensi menjadi pasar,” tutur Vidia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ikhsan (21), mahasiswa semester delapan Jurusan Agribisnis IPB, memulai usaha ternak domba ketika masih kuliah di semester dua. Ketika itu ia hanya membeli satu ekor domba lalu menjualnya lagi saat Idul Adha. Sekarang Ikhsan sudah memiliki usaha ternak skala kecil yang diberi nama Agrifarm. Usaha ternak itu ia kelola bersama lima temannya, yakni Mitha, Irma, Dinar, Iqbal, dan Uzainah. ”Dengan beternak, saya bisa menerapkan ilmu yang didapat dari bangku kuliah,” kata Ikhsan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bermodal proposal&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang memulai usaha sambil kuliah ini tidak selalu bergantung pada orangtua untuk mendanai bisnisnya. ”Masalah modal bisa diatasi dengan kreativitas. Kita harus kreatif dan menjaga kepercayaan agar bisa menarik investor,” kata Vidia. Vidia yang pernah dilarang ayahnya berbisnis ini mulai berjualan mutiara dengan modal Rp 4 juta. Uang modal itu diperoleh dari hadiah lomba bidang ilmu pengetahuan yang pernah dimenanginya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan uang modal itu, Vidia berbelanja perhiasan mutiara di Lombok, lalu menjualnya lagi ke teman-teman dan kenalannya. Dengan harga sekitar Rp 30.000-Rp 100.000 (pada waktu itu), mutiara Vidia laris manis. Agar usahanya mudah dikenal, Vidia memakai merek dagang Mandalika Pearl. Karena semakin banyak pesanan, ia mulai membutuhkan modal lebih besar. Mulailah Vidia menggandeng empat temannya, Bismi, Marsheilla, Evita, dan Nofaria, untuk menjadi investor sekaligus ikut mengelola Mandalika Pearl.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Kami teman akrab, tetapi untuk urusan bisnis tetap harus ada surat perjanjiannya,” kata Vidia. Mereka pun berbagi tugas. Untuk urusan desain dan pemasaran dipegang Vidia, sementara teman yang lain kebagian tugas pemasaran, keuangan, dan publikasi. Untuk menarik investor, Vidia dan teman-temannya membuat proposal yang cukup meyakinkan. Isinya menjelaskan bisnis mutiara berikut prospek pengembangan bisnisnya. Agar calon investor percaya, Vidia menyertakan juga aliran uang kas bisnisnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, Mandalika Pearl mendapat bantuan dana dari IPB sebesar Rp 8 juta. Selain itu, beberapa orangtua mahasiswa juga tertarik menjadi investor. Sekarang usaha yang dikembangkan Vidia bersiap membuka galeri sendiri di Jakarta. Produk mereka juga dipasarkan di beberapa mal di Jakarta dan sudah memiliki distributor di beberapa daerah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pinjaman&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan usaha Mohammad Ikhsan agak berbeda. Ia langsung mendapat pinjaman modal dari seorang pemasok domba di Bogor untuk mengembangkan usahanya. ”Dasarnya hanya kepercayaan saja,” tutur Ikhsan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, uang pinjaman sebesar Rp 20 juta itu digunakan Ikhsan untuk membeli 20 ekor domba kecil dan membangun kandang seluas 24 meter persegi di Bojong Kerta, Bogor. Kandang itu berada di belakang rumah Irma, salah satu rekan Ikhsan. Sekarang Agrifarm sedang membesarkan 25 ekor domba dari Garut, Jawa Barat. Omzet yang bisa diraih Agrifarm sekitar Rp 19 juta setiap kali memasuki perayaan Idul Adha. Di luar itu, kambing mereka dijual untuk keperluan acara perayaan kelahiran dan pesta.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sutanto (22) dan Hanif Affandi (21), keduanya dari Jurusan Ilmu Komputer IPB, memulai usaha nyaris tanpa modal sama sekali. Berbekal keahlian di bidang informasi teknologi mereka bergabung dengan tiga teman lainnya membentuk Nightfal dan memulai usaha di bidang desain situs, aplikasi untuk telepon genggam, dan instalasi jaringan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Proyek yang digarap tidak main-main. Mereka pernah mendapat pesanan membuat aplikasi quick count saat pemilu legislatif dari sebuah lembaga survei. Nilai proyeknya mencapai Rp 30 juta. Namun, setelah proyek itu dikerjakan, ternyata lembaga survei itu membatalkannya secara sepihak. Mereka pun hanya dibayar Rp 2,5 juta. ”Ini pengalaman kami agar lain kali bisa membuat perjanjian yang lebih jelas,” kata Sutanto yang ditunjuk sebagai bos di Nightfal. Dengan kejelian melihat peluang dan penataan manajemen, para mahasiswa ini telah berhasil menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan juga orang lain. Tentu usaha mereka pantas dijadikan pegangan di masa krisis global seperti saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7728723431089943107-4866376525536328423?l=pse-wirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/4866376525536328423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/4866376525536328423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/2009/05/mempersiapkan-usaha-mandiri-sejak-dini.html' title='Mempersiapkan Usaha Mandiri Sejak Dini'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107.post-8737651373226906691</id><published>2009-01-30T08:16:00.000-08:00</published><updated>2011-04-01T10:23:17.208-07:00</updated><title type='text'>Wirausaha Dituntut Kreatif Hadapi Ekonomi Sulit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi yang berjalan lambat akibat krisis ekonomi global dan menimbulkan efek negatif, para pengusaha dituntut menjadi lebih kreatif untuk memanfaatkan peluang yang ada. Pasalnya, di setiap kesulitan dan rintangan disitu ada peluang emas, bagi mereka yang jeli dan tidak berserah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Komisaris PT Ciputra Tbk, Ciputra mengatakan, para pengusaha saat ini dituntut kreatif dan memanfaatkan peluang yang ada, bilamana ingin bertahan atau survive. Namun sayangnya, para pengusaha Indonesia bisa jeli memanfaatkan kondisi yang ada kecil jumlahnya . "Seiring persaingan dan rintangan kedepan, pengusaha yang sejati dituntut untuk lebih kreatif," katanya dalam sebuah talkshow di Jakarta pada akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ciputra, negara ini butuh para entrepreneurship yang sejati untuk membantu pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat dan tidak hanya menjadi bangsa pekerja. Karena saat ini lapangan kerja yang ada tidak lagi mampu menampung lulusan perguruan tinggi yang jumlahnya jutaan setiap tahun. Tak ayal, jiwa entrepreneurship di kalangan anak muda dinilai menjadi jalan keluar untuk membuka lebih besar lapangan kerja. Di sisi lain, berkembangnya wirasusaha muda di berbagai sektor mempunyai nilai tambah yang mampu meringankan beban pemerintah mengatasi pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kembali menegaskan, upaya mengatasi masalah ketenagakerjaan, tidak ada cara lain kecuali melahirkan wirausaha-wirausaha. Ini menjadi tantangan berat buat Indonesia. "Dan pengusaha yang ada jangan melakukan pemutusan hubungan kerja," paparnya. Penyerapan tenaga kerja, kata Ciputra tidak bisa hanya bergantung pada perusahaan yang ada dan terlebih ditengah kondisi perekonomian yang memburuk serta banyaknya perusahaan yang merumahkan karyawan dan potensi gulung tikar. Setidaknya dibutuhkan 4,4 juta wirausaha sejati untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ciputra, seorang wirausaha atau entrepreneur adalah orang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Wirausaha sejati tidak hanya mampu mengubah rongsokan jadi emas, tetapi juga dapat melahirkan wirausaha sukses lainnya. "Di Eropa, kewirausahaan sudah populer 6-7 tahun lalu, sementara di Amerika 30 tahun lalu. Pemerintah di negara-negara Eropa aktif membantu dan menjadikan entrepreneur sebagai gerakan nasional," ungkapnya. Menjadi seorang wirausaha muda yang sejati, dinilainya tidak pernah ada ruginya dan selalu membawa manfaat bagi orang lain. Dia pun menceritakan pendek pengalamannya menjadi wirausaha, di mana berkat semangat entrepreneurship yang dimilikinya, dia mampu pertama kalinya keluar negeri hingga memiliki asset tanah seluas 400 hektar di Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan tidak bosan, lelaki yang di juluki bapak real estate Indonesia ini, selalu menganjurkan pentingnya menumbuhkan semangat wirausaha muda sejak dini dan perlunya dorongan pemerintah untuk memfasilitasi mereka. Pasalnya bangsa yang maju bukanlah dicetak dari bangsa pekerja, namun pencipta pekerja. Sebagai gambaran, Ciputra yang biasa disapa Pak Cik ini mengawali karirnya sebagai konsultan arsitektur bangunan yang hanya bermodalkan garasi sebagai kantor utamanya. Alumnus Institut Teknlogi Bandung (ITB) jurusan arsitektur pada tahun 1960 ini sudah merintis karirnya sejak duduk di tingkat IV semasa kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karirnya mulai melejit ketika hijrah ke Jakarta bersama teman-temannya dengan menggarap proyek bergengsi untuk pembagunan pusat perbelanjaan di kawasan Senen. Berhasil menjalankan proyek tidak membuat dirinya puas begitu saja. Dia kemudian mendirikan Grup Jaya di tahun 1961 dengan modal Rp 10 juta. Kesabaran dan keseriusannya menjadi enterpreneur, membuat nilai asetnya terus beranak pinak dan hingga kini tercatat sekira Rp 5 triliun. Dengan dukungan kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaan di luar jawa, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai dan terakhir Grup Ciputra. Selain merambah properti dalam negeri, Ciputra juga merambah properti luar negeri. Di mana saat ini Grup Ciputra sedang mengembangkan Citra Westlake City seluas 400 hektar di Ho Chi Minh City Vietnam. &lt;em&gt;(&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.okezone.com/"&gt;&lt;em&gt;www.okezone.com&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;, Januari 2009)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7728723431089943107-8737651373226906691?l=pse-wirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/8737651373226906691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/8737651373226906691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/2009/01/wirausaha-dituntut-kreatif-hadaoi.html' title='Wirausaha Dituntut Kreatif Hadapi Ekonomi Sulit'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107.post-8389228721416321685</id><published>2008-07-15T19:12:00.001-07:00</published><updated>2011-04-01T10:24:53.574-07:00</updated><title type='text'>Penulis Bisa Kaya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sedari kecil bercita-cita jadi penulis? Tidak masalah. Menjadi penulis profesional sudah terbukti menjanjikan masa depan. “Penulis bisa kaya gak?” “Bisa, bisa banget!” ujar Moammar Emka bersemangat. Dia berkata begitu karena bukunya, Jakarta Undercover, yang terbit pertama kali tahun 2002 sempat menggegerkan dunia kepenulisan. Bisa ditebak apa yang terjadi dengan pria asal Surabaya ini? Ya, royalti yang diterimanya relatif besar bahkan mungkin sangat besar untuk ukuran penulis Indonesia. “Dari hasil Jakarta Undercover itu, saya bisa bikin penerbitan, Gagas Media,” tambah pria berjanggut yang biasa disapa Emka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain tempat, seorang penulis lepas bernama Jonru, belakangan ini mulai dikenal lewat sekolah menulis online yang didirikannya sekitar setahun lalu. Situs www.belajar menulis.com yang dibesutnya menghadirkan sekolah menulis online (SMO) yang saat ini tengah membuka kelas angkatan ke-4. “Saya memulainya sekitar setahun lalu, Alhamdulillah responsnya bagus. Alumninya kurang lebih 60 orang dan beberapa sudah menerbitkan buku,” kata Jonru yang ditemui di kediamannya di Cilangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia menulis dan kepenulisan saat ini ditengarai menjadi peluang yang menjanjikan untuk dijadikan mata pencaharian atau lahan bisnis. Indonesia yang memiliki beragam karakter penulis dan gaya penulisan, merupakan pasar yang besar untuk dikembangkan. Industri penulisan ibarat kue enak, tapi belum banyak diperebutkan. “Peradaban itu berawal dari tulisan. Di Indonesia profesi yang tidak diperebutkan itu adalah penulis. Ini berbeda dengan CPNS, lowongan hanya 100 tapi yang melamar ribuan,” ujar Habiburahman El Shirazy, penulis novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta yang akrab disapa kang Abik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meretas jalan menjadi penulis di Indonesia memang tergolong panas. Pasalnya, ada pertentangan antara idealisme dan kebutuhan industri. Penulis yang memiliki idealisme harus memutar otak agar bisa berkolaborasi dengan industri tanpa mengenyahkan idealismenya. Di lain pihak, penulis yang lebih mementingkan permintaan pasar bisa jadi diuntungkan dengan kelihaiannya membaca kebutuhan pembaca. “Kalau mau fair-fair-an, ya harus tahu keinginan pasar. Bukan berarti tidak idealis, tapi kompromi dengan pasar,” komentar Emka ketika ditanya bagaimana agar buku yang diterbitkan bisa laku. “Buku SMS gue itu tadinya puisi. Tapi kalau gue kasih judul puisi cinta romantis, ya gak laku! Formatnya gue ubah jadi bentuk sms. Puisinya gue penggal jadi gak lebih dari 150 karakter. Jadi, orang mau sms-an romantis bisa lihat dari buku gue itu,” Emka memberi contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri kepenulisan juga bukan hanya monopoli orang dewasa saja. Mizan Publishing (MP) diwakili oleh Benny Rhamdhani mengatakan, anak kecil pun punya kesempatan untuk menjadi penulis profesional. Karena itu, MP merancang program “Kecil Kecil Punya Karya” (KKPK) untuk menerbitkan tulisan anak. Ternyata, program ini mendapat respon yang signifikan dari pembaca cilik. “Menurut saya minat baca anak sudah tinggi, namun daya belinya saja yang masih rendah. Meski begitu, prospek penulis cilik sangat besar,” ujar Benny yang ditemui di peluncuran buku KKPK tiga penulis cilik Ramya, Rizky, dan Nabila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Benny, penulis cilik pun bukan hanya latah menulis. Akan tetapi, mereka dinilai berdasarkan hasil karyanya. “Aku menulis karena suka dan memang ingin menjadi penulis,” kata Ramya, penulis cilik berusia 9 tahun. Sementara Nabila, 12 tahun, mengaku bahwa kesenangannya menulis berawal dari kecintaannya membaca novel Harry Potter. Dari situlah ia merasa terinspirasi untuk menulis. “Jadi ketagihan bikin buku lagi. Rencananya ingin bikin buku bareng teman biar mengharumkan nama keluarga, sekolah, dan diri sendiri. Dan dapat honor, hehehe,” kata Nabila polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizky, 10 tahun, punya cerita sendiri. Ia pernah mengalami kecelakaan lalu lintas saat berumur dua tahun yang mengakibatkan kakinya patah cukup parah dan tidak bisa beraktivitas normal cukup lama. Penulis buku “Kupetik Bintang” ini berbagi cerita bagaimana ia menghadapi dan bangkit dari traumanya untuk menggapai cita-citanya. “Cita-citaku ingin jadi artis terkenal dan menulis buku ini untuk berbagi dengan teman-teman agar tidak mudah putus asa,” cetus pelajar kelas 5 SD ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gita, 40 tahun, orang tua dari Ramya, penulis Petualangan Ramya, Dunia Es Krim, dan My Piano My Best Friend, mengatakan bahwa menulis adalah bakat Ramya yang sudah terlihat sejak usianya 6 tahun. Gita mengaku tidak memaksa Ramya menjadi penulis. Ia hanya mengarahkan Ramya dan mendukung bakat anaknya itu. “Saya fasilitasi dalam hal buku. Buku apapun yang dia minta pasti saya belikan,” ujar Gita. “Saya lihat menjadi penulis di masa depan akan cerah prospeknya. Saya tidak keberatan jika anak saya memilih menjadi penulis,” tambah Gita. Senada dengan Gita, Agus Hadiyanto, orang tua Rizky, juga menilai bahwa dunia menulis akan menjadi industri yang menjanjikan di masa depan asalkan terjun secara profesional. “Menjadi penulis masa depannya cerah asal serius,” katanya menilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Emka, Jonru maupun kang Abik mengamini bahwa peluang industri menulis dan kepenulisan di Indonesia akan cerah. “Sangat cerah, prospektif, membuat kita kaya, dan memberi kesempatan untuk bekerja sama dengan banyak orang,” ujar kang Abik. “Ke depan, bisnis yang prospektif itu bisnis ide dan penulis itu biasanya penuh dengan ide,” tambah kelahiran Semarang, 30 September 1976 ini. Bagaimana menurut Emka? “Gue memprediksi, lima tahun ke depan profesi menulis dan sekolah menulis akan besar. Tumbuh 20%-30%. Kalau misalnya gue mulai tahun ini buka satu sekolah menulis, pasti ada lagi yang buka,” kata Emka optimistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Jonru, penulis novel “Cinta Tak Terlerai” terbitan DAR! Mizan mengembangkan konsepnya sendiri. “Saya sedang mengembangkan konsep writerneurship, yaitu menciptakan penghasilan dari menulis. Kalau jadi penulis jangan hanya berpikir cuma kirim ke majalah, koran, atau menerbitkan buku. Bisa lebih dari itu, menulis biografi, membangun jaringan lewat komunitas dan memanfaatkan teknologi,” katanya. Mengembangkan sekolah menulis ternyata juga bukan hanya mainan Jonru. Emka maupun kang Abik pun melakukan hal yang sama. Hanya saja, mereka berbeda karakter penulisan. Jonru beruntung karena lihai menangkap celah di media online, khususnya via internet. “Modal saya membangun Sekolah Menulis Online waktu itu hanya Rp 500 ribu karena beberapa perangkat keras sudah saya miliki. Dan, saat itu domain masih ada yang gratis. Kalau dihitung-hitung bagi yang berminat di bisnis ini dan mulai dari nol mungkin membutuhkan modal awal sekitar Rp 10 jutaan. Ini untuk menyiapkan infrastrukturnya. Komputer yang layak, koneksi internet, dan domain sekarang harus bayar,” jelas kelahiran 7 Desember 1970 ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kang Abik yang semakin eksis di dunia kepenulisan juga memiliki sekolah menulis yang digabungkan di dalam kurikulum belajar di pesantrennya. “Di Pesantren Basmala, Semarang, ada kelas menulis untuk mahasiswa, responnya bagus. Kemungkinan ke depan akan buka kelas menulis di Jakarta atas permintaan dari masyarakat,” ujar kang Abik yang ditemui sebagai pembicara di pengajian PKPU di Wisma Kodel, Jakarta, 6 Juni lalu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Emka yang ditemui di sebuah cafe di Plasa Senayan mengatakan, dia dan timnya sedang mematangkan modul untuk sekolah menulisnya, Jakarta School. “Ada tim yang bertugas membuat modul sekolah menulis dan referensinya bisa dari mana saja, baik dalam maupun luar negeri. Gue ingin ini menjadi sekolah menulis formal,” tegas Emka. “Alumni angkatan pertama Jakarta School itu 210 orang dan mereka sekolah gratis! Mereka banyak yang sudah bikin buku, tapi belum sempurna. Nah, belajar dari pengalaman ini sekarang kami matangkan bagaimana cara mengajarnya, kurikulumnya, siapa yang harus terlibat, pengajarnya siapa, dan lain-lain,” tutur Emka memaparkan. Akan tetapi, ia melanjutkan, “Kami belum tahu apakah akan digratiskan lagi atau ada biaya yang akan dipungut. Yang pasti tetap ada beasiswa.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beragam cara bisa dilakukan agar eksis dan berkembang sebagai penulis. Nama-nama di atas hanya segelintir dari penulis yang berkomitmen menjadikan profesi menulis sebagai pekerjaan utama mereka dan memiliki keyakinan akan masa depan yang cerah sebagai penulis. Tak hanya itu. Banyak usaha turunan berbasis menulis yang bisa diretas, antara lain: penerbitan, sekolah menulis, pembicara, pengajar, motivator, dan lain-lain. Tentu, masih banyak benih kreativitas yang harus disemai dan dirawat bila ingin buahnya bagus dan manis. Bagaimana, tertarik mengikuti jejak mereka?&lt;em&gt; (Majalah Human Capital, Juli 2008)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7728723431089943107-8389228721416321685?l=pse-wirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/8389228721416321685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/8389228721416321685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/2008/07/penulis-bisa-kaya.html' title='Penulis Bisa Kaya'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107.post-7231856069276572025</id><published>2008-07-11T12:42:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T12:46:44.799-07:00</updated><title type='text'>Mendulang Uang Di Dunia Maya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Jika Anda Bisa Mengetik &amp;amp; Mengakses Internet, Anda Sudah Bisa Menciptakan Penghasilan Yang Melimpah Dari Internet...". Demikian kalimat yang terpampang dalam salah satu website yang menawarkan jasa peluang bisnis internet secara praktis. Tulisan tersebut cukup menyiratkan pesan bahwa kemudahan menghasilkan uang secara melimpah dan otomatis dari dunia maya itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu mudahnya mendapatkan penghasilan yang ditawarkan pengelola bisnis &lt;em&gt;reseller e-book&lt;/em&gt;, tentunya akan dapat menggiurkan bagi sebagian banyak orang. Hal ini karena sistem bisnis yang ditawarkan sangatlah sederhana dan mudah. Dengan harapan mendapatkan banyak uang tanpa harus kerja keras setiap harinya. Bahkan para pengelola bisnis internet itupun berani membuktikan keberhasilannya. Misalnya dengan menunjukan bukti rekening mereka yang ditampilkan pada bagian halaman &lt;em&gt;website&lt;/em&gt;, untuk memperlihatkan keuntungan yang telah diperoleh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adam Yusfan Edwin sebagai CEO bisnisreseller.com mengungkapkan bisnis &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt; (buku elektronik) ini merupakan bisnis &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; yang memiliki keuntungan besar dan dapat balik modal cepat. "Kalau kita hitung harga produk ebook kita Rp 50.000, dan dalam satu hari minimal terjual 1 Ebook, maka dalam 1 bulan bisa menghasilkan Rp 1.500.000, kalau dikurang sewa &lt;em&gt;webhosting, domain&lt;/em&gt;, akses internet, transport. Dan itu sudah bisa &lt;em&gt;Break Event Point (BEP)&lt;/em&gt; dalam satu bulan," ungkapnya kepada HC awal bulan lalu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan Adam bisnis &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt; ini pun tidak membutuhkan modal yang banyak, ia mengatakan modal umumnya hanya seputar web hosting dan nama domain saja. Misalkan untuk kualitas website yang memadai akan memakan biaya sekitar Rp 300.000 sampai Rp 700.000 pertahun. Lalu biaya lainnya adalah biaya pemilik &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt; tersebut untuk akses internet dan berpromosi kalau memulai bisnisnya dari warnet, "Ya harus dihitung perbulan berapa lama &lt;em&gt;online&lt;/em&gt;nya untuk berpromosi dan mengecek order," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah bagi Anda yang tertarik untuk menekuni bisnis &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt;, jangan khawatir bisnis internet ini tidak diperuntukan bagi mereka yang ahli di bidang &lt;em&gt;Information Technology (IT) &lt;/em&gt;saja. Sesuai yang dipaparkan oleh Adam, yang penting katanya adalah pengetahuan dasar tentang intenet seperti kirim atau baca email, browsing, upload atau download itu sudah lebih dari cukup. Dia pun menambahkan bahwa bisnis &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt; ini bisa untuk kalangan siapa saja, bahkan ibu rumah tangga sekalipun. "Isinya mulai dari&lt;em&gt; e-book&lt;/em&gt; berisi puisi, resep masakan dan tips mengatur ruang tamu, kamar tidur dan lain-lain. Jadi banyak sekali informasi yang bisa dijual di internet melalui &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt; itu," ucapnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut pria yang telah menekuni bisnis internet sejak 2002, mengatakan bisnis e-book ini dapat menjanjikan penghasilan yang besar, lantaran produk yang sangat mudah dijual di internet saat ini adalah informasi dan software. Dijelaskan &lt;em&gt;Adam e-book (Electronic Book)&lt;/em&gt; merupakan buku elektronik, berupa file komputer yang bisa dibaca di komputer, PDA atau smart phone. Ada yang berupa &lt;em&gt;pdf (portable document format)&lt;/em&gt; yang dapat dibuka dengan program &lt;em&gt;Acrobat Reader&lt;/em&gt; atau sejenisnya. Ada juga yang dengan bentuk format htm, yang dapat dibuka dengan browsing atau internet eksplorer secara offline. Serta ada pula yang berbentuk format exe.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Karena &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt; bisa &lt;em&gt;dicopy&lt;/em&gt; dan dijual kembali tanpa batas, bisa menjadi sarana promosi produk lain juga dalam &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt; tersebut atau sebagai &lt;em&gt;viral marketing&lt;/em&gt;," jawab Adam, memberikan alasannya tertarik menekuni bisnis &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt; hingga saat ini. Kemudian dilanjutkannya, "Yang paling penting adalah informasi. Untuk memulai bisnis ebook kita harus memiliki informasi berharga, penting dan unik yang belum ada di tempat lain. Contoh misalnya saya bikin &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt; berjudul "Cara singkat Menghasilkan 0 dalam 7 hari melalui &lt;em&gt;google&lt;/em&gt;", Gimana menarik kan?," ujar Adam, yang harus dipersiapkan bagi pengusaha e-book.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Adam pun memberikan kiat suksesnya dalam menjalankan bisnis &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt;. Diantaranya ia menyebutkan, yaitu selalu temukan ide inovatif dalam menulis &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt;, lalu katanya lagi temukan informasi-informasi baru, promosi dan terus promosi, terutama untuk meningkatkan ranking di &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt;. Selain itu Adam menyampaikan apabila ingin menekuni bisnis &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt;, maka pebisnis itu juga sebaiknya memiliki ciri khas terhadap produk yang akan ditawarkannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Seluruh produk yang saya tawarkan adalah bikinan saya sendiri, bukan beli &lt;em&gt;resell right&lt;/em&gt;, atau &lt;em&gt;download e-book&lt;/em&gt; gratisan yang ada di internet. Seluruh produk &lt;em&gt;e-book, software&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;script&lt;/em&gt; yang saya jual di &lt;em&gt;bisnisreseller.com&lt;/em&gt; memiliki hak jual kembali 100%. Jadi bagi pembeli produk saya berhak menjualnya kembali dan keuntungan 100% untuk mereka," kata Adam, memaparkan ciri khas produk e-book yang ia tawarkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lantas Adam mengatakan tantangan yang harus dihadapi oleh pengelola bisnis &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt; saat ini, yakni banyaknya &lt;em&gt;spammers&lt;/em&gt; dan penipu-penipu di internet yang membuat rusak bisnis internet legal. Sehingga menurutnya calon pelanggan kadang ragu-ragu untuk bertransaksi dengan pengelola bisnis e-book itu. "Kadang untuk mereka yang ragu, saya minta mereka datang langsung dan bertemu dengan saya, apabila mereka di Jabodetabek," kata pria yang menjalankan bisnisnya di wilayah Bekasi, Jawa Barat ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun kendala besar yang dihadapi oleh pengelola bisnis &lt;em&gt;reseller e-book&lt;/em&gt;. Biasanya kata Adam terjadi saat membuat pelanggan itu percaya terhadap produk yang ditawarkannya. "Bahwa kita tidak akan menipu mereka, maklum sebagian besar pelanggan bertransaksi langsung transfer ke rekening tanpa kenal terlebih dahulu dengan kita," ungkapnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sarjana komputer ini pun memberikan saran bagi Anda yang ingin mendulang uang melalui dunia maya tersebut. Ia menyarankan mulailah menggali potensi Anda sendiri untuk menjadi informasi yang berharga bagi orang lain. Adam mengatakan apabila Anda jago masak, Anda bisa bikin &lt;em&gt;e-book&lt;/em&gt; tentang resep masakan. Lalu apabila Anda pandai membuat kerajinan tangan, itu juga bisa jadi informasi yang manarik. "Mulailah dari hal-hal yang sederhana tapi benar-benar kita kuasai," tutupnya. &lt;em&gt;(Majalah Human Capital, Agustus 2007)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7728723431089943107-7231856069276572025?l=pse-wirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/7231856069276572025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/7231856069276572025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/2008/07/mendulang-uang-di-dunia-maya.html' title='Mendulang Uang Di Dunia Maya'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107.post-5178123274399637157</id><published>2008-07-11T12:37:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T12:40:27.223-07:00</updated><title type='text'>Meraih Rupiah Lewat Cucian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Semakin padat dan dinamisnya kinerja, menuntut seseorang untuk mengatur waktunya sebaik mungkin. Namun, sangat kecil sekali semua orang memiliki kemampuan manajerial dalam membagi waktunya, apalagi untuk hal-hal dianggap sepele namun berpengaruh besar sekali bila menunda hal yang satu ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas yang kecil namun membawa pengaruh besar tersebut yaitu mencuci pakaian. Bila dipikir berapa banyak orang dikota besar yang bisa membagi waktunya untuk mencuci pakaiannya sendiri, sejak pagi sudah bergelut dengan pekerjaanya, pulang dari kantor sudah malam, biasanya hanya ada satu dibenak pikiran yaitu istirahat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya untuk pakaian-pakaian dari bahan tertentu, seperti beludru ataupun sutra harus dikerjakan di tempat yang khusus, karena bisa jadi akan rusak ditambah pakaian yang menumpuk membuat pemandangan yang tidak mengenakan, menghiasi seisi rumah. Pergeseran gaya hidup pun menjadi bagian tidak terpisahkan, pelayanan serba instan menjadi sebuah pilihan, terutama dalam aktivitas mencuci pakaian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagusnya, bila dari sisi bisnis, ini bisa menjadi lahan yang sangat menguntungkan, bayangkan saja kalau disetiap rumah dan disetiap kos-kosan mempunyai problema yang sama, dapat dipastikan kita meraup keuntungan yang cukup besar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bisnis laundry kiloan atau yang lebih dikenal nama cuci kiloan ini merupakan bisnis laundry yang secara murni menghitung harga per Kg mulai dari 0-1 Kg,1,1-2 Kg, 2,1-3 Kg dan seterusnya. Biasanya tempat cucian kiloan yang tidak memberlakukan pembatasan minimal terletak di daerah kos-kosan yang didominasi oleh mahasiswa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bisnis laundry kiloan untuk kalangan mahasiswa sudah mulai dikenal, dan banyak kalangan yang mempergunakan rumah-rumah mereka berada disekitar kampus digunakan untuk membuka usaha ini, namun yang terpenting harus menggunakan mesin cuci yang kualitasnya di atas mesin cuci rumahan (&lt;em&gt;semi heavy duty&lt;/em&gt;), selain air harus bersih. Salah satu contoh daerah-daerah yang terdapat bisnis ini adalah disekitar Kampus Tri Sakti Grogol, UI Depok, Salemba Raya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bila melihat disekitar Kampus Binus pasti akan menemukan usaha laundry ini, namanya &lt;em&gt;Circle Hope&lt;/em&gt; sebuah bisnis laundry kilioan yang difokuskan untuk kalangan mahasiswa, bagi pemilik bisnis laundry Circle Hope, Bayu Andhyka Jaya. S, pihaknya merasa kalangan mahasiswa adalah segmen yang paling besar terutama mahasiwa yang hidup dikosan. Hal ini terbukti melalui survey yang dilakukannya dimana tempat pencucian di kos-kosan kurang bersih, kurang kering, dan kadang hilang, sehingga bisnis laundry kiloan menjadi jawaban dari permasalahan para mahasiswa, dengan harga yang terjangkau dimana 1 Kg harga yang dipatok sekitar Rp.8500.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jebolan Kampus di Australia ini, menilai bisnis yang telah dibuat sejak 3 tahun yang lalu ini sangat menguntungkan, bayangkan saja bermodal sekitar 25 Juta Rupiah dalam 6 bulan sudah kembali modal. Namun demikian yang harus diperhatikan dari bisnis laundry kiloan adalah rasa kepercayaan konsumen, pelayanan yang baik dan garansi 100 % bila baju yang dicuci rusak ataupun hilang. Besarnya keuntungan dari bisnis ini karena Circle Hope menggunakan rumah sebagai tempat usaha, sehingga tidak perlu bayar sewa. Lalu bagaimana dengan bisnis laundry professional ? Kalau dilihat dari segi harga jelas laundry kiloan akan menjadi alternatif bagi para mahasiswa, karena murahnya harga yang ditawarkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berkembangnya bisnis laundry kiloan ini, ternyata dilirik pula oleh Tati Tris Sugihandini, pemilik dan pengelola Kilo Laundry yang berpusat di Kawasan Bintaro, Jakarta, menurutnya bisnis ini sangat menguntungkan terutama di musim hujan dan banjir kemarin, permintaan akan jasa laundrynya meningkat. Untuk konsep sedikit berbeda dengan yang diterapkan oleh Circle Hope, Kilo Laundry lebih menerapkan untuk umum dan mahasiswa, untuk sistem pemakaian jasa minimal 7 Kg.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik dengan Kilo Laundry ini, alat yang digunakan langsung dikirim dari luar negeri, walaupun bersifat kiloan namun secara kualitas tidak kalah dengan laundry kiloan walaupun belum menggunakan parfum diplastik pembungkus pakaian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembayaran, pihak Kilo Laundry memberikan harga spesial untuk para mahasiswa, yang cukup membayar Rp. 31.500/7 Kg (wajib bawa kartu mahasiswa, dan langsung yang berkepentingan), sementara untuk umum Rp.35.000/7 Kg.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengenai modal yang dikeluarkan memang cukup besar sekitar 200 juta Rupiah, namun menurut perempuan jebolan SI Ekonomi Universitas Pancasila ini, besarnya modal karena penyewaan tempat, kalau soal harga mesin tidak terlalu mahal sekitar 75 juta Rupiah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Baik &lt;em&gt;Circle Hope&lt;/em&gt; dan Kilo Laundry, mempunyai prinsip dalam berbisnis yaitu memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen, karena itu menjadi kunci keberhasilan sebuah usaha. Sekarang ini keuntungan yang diraih Kilo Laundry menurut ibu dua anak ini, akan kembali modal pada tahun ini, karena keuntungan yang didapat dipakai untuk mengembangkan usaha, dan sekarang ini sudah 5 cabang yang ada, salah satunya di Salemba.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian peluang bisnis yang dapat menjadi alternatif pilihan anda, apalagi bila mempunyai rumah yang dekat dengan kampus. Namun yang perlu diperhatikan perkembangan bisnis apapun bentuk dan modal yang dikeluarkan, harus diiringi dengan penglihatan yang jeli akan peluang tersebut. Dengan kata lain, seberapa besar konsumen membutuhkan dan mau menggunakan jasa yang kita tawarkan, karena hal itu sangat menentukan bagi keberhasilan seseorang menuju kesuksesan. &lt;em&gt;(Majalah Human Capital, Maret 2007)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7728723431089943107-5178123274399637157?l=pse-wirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/5178123274399637157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/5178123274399637157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/2008/07/meraih-rupiah-lewat-cucian.html' title='Meraih Rupiah Lewat Cucian'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107.post-3322797199694407869</id><published>2008-03-30T07:07:00.000-07:00</published><updated>2008-04-04T07:01:26.671-07:00</updated><title type='text'>Tips Memulai Wirausaha Yang Sukses</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau &lt;em&gt;network&lt;/em&gt;, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Tulis perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai bisnis yang tidak akan sukses. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;7. Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;8. Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian &lt;em&gt;track records&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;9. Jadi lah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7728723431089943107-3322797199694407869?l=pse-wirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/3322797199694407869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/3322797199694407869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/2008/03/tips-memulai-bisnis-yang-sukses.html' title='Tips Memulai Wirausaha Yang Sukses'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107.post-3959993159143418562</id><published>2008-03-29T09:55:00.000-07:00</published><updated>2008-03-29T09:57:31.914-07:00</updated><title type='text'>Merancang Proposal Usaha</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Punya ide bisnis bagus untuk dikembangkan, namun tidak memiliki cukup modal untuk memulainya? Salah satu jalan keluarnya adalah mencari pemodal atau investor yang bisa mendanai bisnis. Namun tentu saja membuat orang lain percaya dan tertarik untuk bekerjasama bukanlah hal yang mudah. Calon pebisnis perlu meyakinkan untuk tujuan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Proposal bisnis bisa digunakan sebagai salah satu jalan untuk menarik investor. Pada intinya proposal bisnis merupakan penuangan segala pikiran pelaku bisnis tentang rencana bisnisnya ke depan. Lewat proposal bisnis juga calon pebisnis menyatakan tujuan, visi dan misi dari bisnis yang akan dijalankan. Harapannya tidak lain adalah, pemodal atau investor sepaham dengan tujuan, visi dan misi bisnis yang akan dijalankan, sehingga tergerak untuk mendanai bisnis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi tentu saja, membuat proposal bisnis yang baik dan menarik bukanlah hal yang mudah. Mau tidak mau calon pebisnis harus mempelajari terlebih dahulu teknik penulisan proposal yang baik dan benar serta menarik. Berguru pada yang pebisnis lain yang telah sukses, atau rajin membaca literatur tentang menyusun proposal bisnis bisa dijalankan. Banyak buku bacaan saat ini membahas topik tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menyusun proposal yang baik, semestinya calon pebisnis menyesuaikan isinya dengan pembaca yang dituju (dalam hal ini investor). Dengan kata lain, calon pebisnis menguasai dengan baik kemudian memaparkan di dalam proposal tersebut tujuan penulisan. Untuk mencapai keinginan, mengetahui karakteristik calon investor yang dituju akan sangat membantu tercapainya tujuan pembuatan proposal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Isi proposal bisnis disesuaikan dengan tujuan pembuatannya. Namun setidaknya ada beberapa hal yang tidak boleh terlupakan dalam membuat proposal. Diantaranya judul proposal, ringkasan proposal usaha, analisis pasar, aspek produksi, rencana pemasaran, dan rencana keuangan. Selain itu pada bagian khusus, bisa dijadikan bab lampiran, dimuat juga struktur organisasi atau manajemen, surat ijin usaha jika ada, dan gambar-gambar foto pendukung. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semakin baik dan benar serta menarik susunan proposal, akan semakin besar kesempatan calon pebisnis bisa menggaet investor. Dan jika telah mahir membuat proposal bisnis, jalan untuk merentas kerjasama bisnis dengan berbagai pihak pun akan semakin terbuka. Karena menjaring investor hanyalah satu dari beberapa tujuan dibuatnya proposal bisnis. Selain untuk kepentingan menarik investor, proposal juga bisa digunakan untuk menarik pihak lain bekerjasama untuk kepentingan bisnis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7728723431089943107-3959993159143418562?l=pse-wirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/3959993159143418562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/3959993159143418562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/2008/03/membuat-proposal-usaha.html' title='Merancang Proposal Usaha'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107.post-608241197664307610</id><published>2008-03-29T09:37:00.000-07:00</published><updated>2011-04-01T10:19:48.977-07:00</updated><title type='text'>Langkah Merintis Wirausaha</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di tahun 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek mulai daripada lingkungan yang terkecil kepada lingkungan yang terbesar. Dalam topik ini dibahas secara menyeluruh aspek-aspek yang penting dalam melakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat sisi human behavior, kebutuhan pasar dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Membuat visi dan misi bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang mau memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan seseorang untuk tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi yang awal. Seringkali suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Dalam topik ini setiap orang akan belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akan anda rintis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Perlunya &lt;em&gt;winning, positive &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; learning attitude&lt;/em&gt; untuk menjadi sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha anda selain daripada pemahaman usaha anda. &lt;em&gt;There is no over night success&lt;/em&gt; sesuatu yang harus dicamkan daripada setiap calon “entrepreneur” karena dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambunga, dan melihat permasalahan secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan.Anda akan belajar untuk mengembangkan sikap-sikap diatas untuk menjadi “bisnis entrepreneur” yang sukses.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha daripada risiko bisnis dan keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang anda buat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan dan proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon entrepreneur untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan dan membuat langkah-langkah pengendalian untuk dapat menghindari setiap resiko tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha daripada risiko manajemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi. Dalam topik ini kami akan memberikan pengetahuan dasar dan aspek-aspek yang sangat penting yang harus dipelajari oleh calon bisnis entrepreneur untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha seringkali apabila kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses. Topik ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum termasuk sistim penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas dan juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;7. Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memulai usaha umumnya setiap calon entrepreneur akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat untuk mencari solusi yang baik. Kreativitas seperti &lt;em&gt;thinking outbox&lt;/em&gt; atau kemampuan melakukan analisa permasalahan di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari alternatif solusi yang kreatif akan sangat membantu usaha anda untuk berhasil. Kreativitas juga akan sangat membantu anda untuk menyesuaikan produk-produk anda agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha anda. Kepemimpinan sangat penting dalamkrisis untuk membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha anda percaya bahwasanya anda tidak panik, menjadi tempat &lt;em&gt;last resort&lt;/em&gt; solusi atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Proses Pembuatan Keputusan akan membantu anda dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi anda. Dalam topik ini anda akan mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha anda, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi anda dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;8. Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha anda. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Dalamtopik ini akan dibahas pengetahuan dasar atas &lt;em&gt;cash flow&lt;/em&gt; atau arus kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;9. Pemasaran, pelayanan dan &lt;em&gt;product brand&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal yang merupakan kunci perkembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan &lt;em&gt;product brand&lt;/em&gt; yang baik kepada calon pelanggan baru. Dalam topik ini akan dibahas secera menyeluruh semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan usaha.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7728723431089943107-608241197664307610?l=pse-wirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/608241197664307610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/608241197664307610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/2008/03/langkah-merintis-wirausaha.html' title='Langkah Merintis Wirausaha'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107.post-2235496430098878880</id><published>2008-03-29T09:07:00.000-07:00</published><updated>2008-03-29T09:20:24.644-07:00</updated><title type='text'>Mindset Mencipta Lapangan Kerja</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mindset seseorang hendaknya diubah, dari pencari kerja ke pencipta lapangan kerja. Demikian kesimpulan Workshop Wirausaha Muda Mandiri. Selama ini paradigma berpikir banyak orang masih terpaku pada mencari kerja kelak lulus kuliah. Padahal lapangan kerja yang ada sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah pencari kerja. Untuk itulah, PT Bank Mandiri Tbk melalui kegiatan &lt;em&gt;Corporate Social Responsibility&lt;/em&gt; (CSR) ingin mengubah paradigma yang ada yakni bukan mencari kerja tetapi menciptakan lapangan kerja sendiri. Dan ini bisa dilakukan mahasiswa melalui kegiatan kewirausahaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sentot A. Sentausa, &lt;em&gt;Managing Director Risk Management&lt;/em&gt; PT Bank Mandiri Tbk, mengatakan, bentuk kegiatan untuk bisa mengubah paradigma diantaranya memberikan workshop Wirausaha Muda Mandiri. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diberikan informasi tentang gambaran makro ekonomi, kesempatan yang bisa diraih, sharing pengalaman dari praktisi muda yang mampu menciptakan lapangan kerja serta motivasi untuk bisa menjadi entreprenuer. Workshop, kata Sentot, diikuti seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di 6 kota. Dalam setiap workshop akan dipilih 10 mahasiswa yang memiliki &lt;em&gt;business plan&lt;/em&gt; terbaik. "Mereka yang terpilih akan kita beri 'kail' berupa uang Rp 1 juta untuk membuat usaha sesesuai rencana bisnisnya. Bahkan pada April mendatang, kita menjaring wirausahawan muda seperti tahun lalu dalam program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri," ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengubah paradigma tersebut, menurut Sentot, tetap orientasinya pada keinginan mereka sendiri melalui dunia wirausaha. Bukan langsung masuk ke sektor UMKM yang mindset bicaranya selalu kekurangan modal. "Meski bisnis mereka belum &lt;em&gt;bankable&lt;/em&gt; tapi fisibilitasnya memadai, kita akan bantu melalui PKBL. Bantuan bisa berupa uang, pelatihan maupun pemasaran. Target dalam program ini bisa menjaring 1000 mahasiswa. Sedangkan untuk kegiatan Wirausaha Muda Mandiri menyediakan anggaran Rp 18 milyar selama 2008," papar Sentot. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadir sebagai pembicara dalam workshop tersebut, Dian Sastrowardoyo, Duta Wirausahawan Muda Mandiri menilai mengubah paradigma mahasiswa untuk menjadi seorang entrepreneur langkah yang positif untuk mengurangi angka pengangguran. Apalagi dalam setiap workshop, banyak hal baru yang diterima peserta. Sementara Hendy Setyono, pemilik Kebab Turki Baba Rafi yang terpilih pada program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2007 mengatakan melalui workshop bisa memotivasi mahasiswa untuk bisa mandiri melalui usahanya sendiri. Pengalaman ini diperolehnya sejak 4 tahun lalu. "Saat masih kuliah di ITS, saya buka usaha kecil-kecilan yakni kedai Kebab Turki Baba Rafi di Semolowaru. Pertama satu kedai, berkembang jadi dua dengan membuka cabang baru. Saat ini sudah ada 300 outlet di 40 kota di Indonesia," tukasnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Workshop yang diadakan di Hotel Shangri-la menampilkan beberapa pembicara, antara lain, Ir Ciputra, Dorojatun Kuntjara Yekti, selaku pengamat ekonomi dan Reinald Khasali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7728723431089943107-2235496430098878880?l=pse-wirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/2235496430098878880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/2235496430098878880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/2008/03/mengubah-mindset-mencipta-lapangan.html' title='Mindset Mencipta Lapangan Kerja'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7728723431089943107.post-3879288841881420174</id><published>2008-03-29T08:47:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T08:34:55.951-07:00</updated><title type='text'>Trend Konsep Bisnis Waralaba</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Konsep bisnis waralaba (&lt;em&gt;franchise&lt;/em&gt;) akhir-akhir ini telah menjadi salah satu trendsetter yang memberi warna baru dalam dinamika perekonomian Indonesia. Setidaknya dalam tiga tahun terakhir, animo masyarakat Indonesia terhadap munculnya peluang usaha waralaba sangat signifikan. Animo ini terefleksi pada dua cermin yakni : jumlah pembeli waralaba dan jumlah peluang usaha (&lt;em&gt;business oppor&lt;/em&gt;tunity) yang terkonversi menjadi waralaba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Franchise sendiri berasal dari bahasa latin yakni &lt;em&gt;francorum rex&lt;/em&gt; yang artinya “bebas dari ikatan”, yang mengacu pada kebebasan untuk memiliki hak usaha. Pengertian &lt;em&gt;Franchising &lt;/em&gt;(Pewaralabaan) sendiri adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang atau jasa (Informasi Waralaba, Direktorat Jenderal Perdagangan, September 2005). Secara sederhana, benang merah waralaba adalah penjualan paket usaha komprehensif dan siap pakai yang mencakup merek dagang, material dan pengolaan manajemen. Oleh karena itu, pihak-pihak yang terlibat dalam &lt;em&gt;franchising&lt;/em&gt; (pewaralabaan) terbagi atas 2 segmen yakni : pemberi waralaba (&lt;em&gt;franchisor&lt;/em&gt;) dan penerima waralaba (&lt;em&gt;franchisee&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Franchisor&lt;/em&gt;, yang juga umum disebut sebagai pewaralaba adalah badan usaha yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya. &lt;em&gt;Franchisee&lt;/em&gt;, yang juga disebut terwaralaba, adalah badan usaha yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilki pemberi waralaba. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Franchisor&lt;/em&gt; sudah harus siap dengan perlengkapan operasi bisnis dan kinerja manajemen yang baik, menjamin kelangsungan usaha dan distribusi bahan baku untuk jangka panjang, serta menyediakan kelengkapan usaha sampai ke detail yang terkecil. &lt;em&gt;Franchisor &lt;/em&gt;juga sudah harus menyediakan perhitungan keuntungan yang didapat, neraca keuangan yang mencakup BEP (&lt;em&gt;Break Event Point&lt;/em&gt;) dan ROI (&lt;em&gt;Return On Investment&lt;/em&gt;). &lt;em&gt;Franchisee&lt;/em&gt; hanya menyediakan tempat usaha dan modal sejumlah tertentu bergantung pada jenis waralaba yang akan dibeli. Franchisee mempunyai dua kewajiban finansial yakni membayar &lt;em&gt;franchise fee&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;royalti fee. Franchise fee&lt;/em&gt; adalah jumlah yang harus dibayar sebagai imbalan atas pemberian hak intelektual pemberi waralaba, yang dibayar untuk satu kali (&lt;em&gt;one time fee&lt;/em&gt;) di awal pembelian waralaba. &lt;em&gt;Royalti fee&lt;/em&gt; adalah jumlah uang yang dibayarkan secara periodik yang merupakan persentase dari omzet penjualan. Nilai &lt;em&gt;franchisee fee&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;royalti fee&lt;/em&gt; ini sangat bervariatif, bergantung pada jenis waralaba. Namun &lt;em&gt;franchisee&lt;/em&gt; juga mempunyai kewajiban non-finansial yang sangat esensial yakni menjaga image produk waralaba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat telah sangat mengenal brand &lt;em&gt;McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, Bread Talk, Starbucks &lt;/em&gt;atau&lt;em&gt; Pizza Hut&lt;/em&gt;. Nama-nama merek dagan tersebut adalah merek dagang waralaba asing. Dalam pengoperasiannya mereka menjual &lt;em&gt;master franchise&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Master franchise&lt;/em&gt; ini berhak untuk mengelola sendiri atau menjual kembali kepada franchisee pada suatu teritori (cakupan area) tertentu, tergantung pada kesepakatan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan bisnis waralaba yang cepat di Indonesia merupakan peran serta dari merek-merek waralaba lokal seperti Primagama, Alfamart, Martha Tilaar, Roti Buana, &lt;em&gt;Edward Forrer&lt;/em&gt;, Bogasari Baking Center dan berbagai nama lainnya. Merek-merek lokal ini diarahkan pemerintah untuk bernaung di bawah AFI (Asosiasi Franchise Indonesia) yang merupakan asosiasi resmi yang diakui oleh pemerintah dalam bidang waralaba. Asosiasi ini merupakan anggota dari IFA (&lt;em&gt;International Franchise Association&lt;/em&gt;) yang adalah organisasi franchise skala internasional. AFI didirikan pada tanggal 22 November 1991 dengan bantuan dari ILO (&lt;em&gt;International Labour Organization&lt;/em&gt;) dan Pemerintah Indonesia. Pada Juni 2003, disponsori oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Sekarang Departemen Perdagangan), diselenggarakan pemilihan waralaba lokal terbaik yakni : Rumah makan Wong Solo (Kategori Restoran), Indomaret (Kategori Retail), ILP (kategori Pendidikan). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Di lapangan, sistem waralaba di Indonesia diterapkan setidaknya menjadi 4 jenis yakni : waralaba dengan sistem &lt;em&gt;business format&lt;/em&gt;, waralaba bagi keuntungan, waralaba kerjasama investasi dan waralaba merek dagang. Penerapan ini sangat dinamis, dimana penggunaannya sangat bergantung terutama pada jenis usaha dan area. Kriteria status usaha dapat berubah menjadi waralaba setidaknya harus memenuhi berbagai persyaratan khusus yakni unik, tidak mudah ditiru, mempunyai keunggulan dibandingkan dengan tipe usaha sejenisnya sehingga konsumen akan selalu mencari produk atau jasa tersebut (&lt;em&gt;repeated order&lt;/em&gt;). Mempunyai &lt;em&gt;proven track record&lt;/em&gt; atau mempunyai konsep usaha yang telah terbukti berhasil, yang dapat dilihat dari neraca keuangan, citra perusahaan serta produk/jasa yang terjamin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Terwaralaba pun harus pula diuntungkan dengan adanya standarisasi dan pengoperasian yang jelas, yang dituangkan dalam kerangka kerja yang dikenal sebagai SOP (&lt;em&gt;Standard Operational Procedure&lt;/em&gt;). SOP dapat dikatakan jiwa dari kehidupan waralaba. Tanpa SOP yang jelas, gamblang mudah dimengerti dan diaplikasikan, kesuksesan waralaba akan sulit tercapai. SOP akan memuat secara detail pedoman pengoperasian suatu usaha, mulai dari suplai bahan baku, manajerial, pelatihan SDM, keuangan, marketing dan promosi, sampai pada riset pengembangan usaha. Setiap detail akan dibukukan menjadi manual-manual sesuai dengan segmennya masing-masing. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang menjadi persyaratan suatu waralaba seperti yang tersebut diatas umum disebut dengan istilah franchisibility. Oleh karena standarisasi yang cukup tinggi, memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ingin membeli waralaba. Banyak peluang bisnis (&lt;em&gt;Business Opportunity – BO&lt;/em&gt;) yang mengklaim diri sebagai waralaba, padahal tidak memenuhi persyaratan-persyaratan untuk layak disebut waralaba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Risiko bisnis kegagalan waralaba jauh lebih kecil dibandingkan dengan konsep bisnis lain seperti MLM (&lt;em&gt;Multi Level Marketing&lt;/em&gt;), Distributor, &lt;em&gt;Direct Sales Business&lt;/em&gt; (Penjualan Langsung), dan berbagai konsep bisnis lain. Risiko kegagalan pembeli waralaba adalah 5 % - 15 %, sedangkan pada bisnis biasa berada di angka lebih dari 65 %. Para pengusaha yang telah menjalankan mantap bisnisnya mendapat keuntungan dengan mengkonversi usahanya menjadi waralaba. Walaupun mendapat tambahan tuntutan untuk mempertinggi kualitas bisnis mereka, dampak yang didapat lebih dari sekedar setara dalam hal membangun &lt;em&gt;image &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; brand&lt;/em&gt; produk atau jasa mereka. Biaya pembelian atau penyewaan tempat usaha secara otomatis bukan lagi menjadi tanggung jawab &lt;em&gt;franchisor&lt;/em&gt;. Sebagai contoh suatu toko roti yang sudah terkenal di daerah makasar akan memerlukan ratusan juta rupiah, bahkan pada kisaran milyaran jika si pemilik ingin membuka 10 cabang di berbagai kota di Indonesia. Sedangkan mungkin hanya butuh dana yang tidak besar, jika usaha tersebut telah siap diwaralabakan ke berbagai kota. Dalam hitungan bulan, berbagai outletnya telah dibangun dan citra produk makin dikenal masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik dari isu waralaba nasional adalah bahwa pertumbuhan waralaba lokal saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan waralaba asing di Indonesia. Fakta ini disebabkan karena pewaralaba lokal memberikan berbagai kemudahan dalam persyaratan pembelian waralaba mereka. Toleransi yang diberikan juga cukup luas ditambah promosi dan marketing yang terus menerus dan &lt;em&gt;up to date&lt;/em&gt;. Pihak media di Indonesia juga memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan waralaba lokal, berbagai media bisnis telah banyak mengangkat waralaba sebagai suatu segmen liputan khusus, bahkan sekarang telah terdapat majalah yang hanya khusus mengupas seluk beluk waralaba secara spesifik. Sarana promosi yang menunjang ini makin diperkuat oleh berbagai event pameran skala nasional, yang tidak hanya diselenggarakan di Jakarta, namun juga ke berbagai kota-kota di daerah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Puluhan ribu pengunjung yang datang merupakan representasi atensi masyarakat akan pengetahuan waralaba. Hal ini disebabkan oleh makin mudahnya rantai distribusi ke daerah dan potensi ekonomi mikro daerah yang menjanjikan. Keterkaitan industri perbankan juga makin memperkokoh konsep bisnis waralaba, dengan hadirnya program perkreditan khusus kemitraan, sebagai contoh Bank HS 1906 yang memberikan kredit investasi waralaba dan kredit modal kerja waralaba. Kerjasama developer-developer di bidang penyediaan tempat (&lt;em&gt;retail space&lt;/em&gt;) waralaba mulai dirilik berbagai pemain properti, karena dianggap lebih mengguntungkan untuk penjualan tempat usaha (ruko, mal, &lt;em&gt;trade center&lt;/em&gt;) jika diintegrasikan dengan waralaba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama ini sangat menguntungkan, karena selain arah dan tujuan pemakaian tempat usaha sudah jelas untuk jenis waralaba tertentu, harga properti yang didapat pun lebih murah dibandingkan jika mereka membeli secara terpisah. Sinergi yang &lt;em&gt;massive &lt;/em&gt;dari berbagai pihak ini makin memantapkan eksistensi waralaba di Indonesia. Keberadaan waralaba bagi pemerintah sendiri sangat membantu terutama untuk membuka lapangan kerja baru secara instan dan memicu perekonomian daerah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum krisis moneter, pemain waralaba di Indonesia umumnya adalah waralaba asing. Tahun 1997, sekitar 64% waralaba asing yang menutup usahanya akibat dari fluktuasi nilai tukar rupiah. Setelah krisis moneter reda, mulai bermunculan berbagai waralaba lokal. Dari kurun waktu 1999 sampai 2000 pertumbuhan waralaba lokal sebesar 120 %. Proyeksi tren bisnis waralaba di Indonesia akan tetap menjanjikan selama baik franchisor maupun franchisee memegang teguh komitmen untuk terus menerus meningkatkan kualitas produk atau jasa yang mereka jual. Pemilik usaha yang ingin mewaralabakan usahanya untuk publik harus benar-benar membenahi sistem dulu sebelum berani menjual konsep bisnisnya ke publik. Setiap orang yang ingin berkecimpung di bidang waralaba harus benar-benar mengingat bahwa usaha ini adalah tipe usaha jangka panjang dan berkesinambungan. Dedikasi terhadap kualitas mutu harus benar-benar dijaga, SOP dan manual yang telah dibuat tidak hanya dipatuhi tapi juga terus menerus diperbaharui dan ditingkatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Selera masyarakat menjadi suatu penyaring yang terandalkan untuk memilih suatu usaha memang benar-benar layak disebut sebagai waralaba, bukan hanya sekedar peluang bisnis (&lt;em&gt;business opportunity – BO&lt;/em&gt;). Walaupun jumlahnya sangat sedikit dan tidak signifikan, namun terdapat beberapa kasus waralaba yang dapat dijadikan pelajaran dimasa yang akan datang. Kasus tersebut biasanya bersumber dari ketidakmampuan &lt;em&gt;franchisor&lt;/em&gt; untuk memenuhi demmand suplai barang yang membludak (&lt;em&gt;overloaded&lt;/em&gt;), sehingga distribusi stok sempat terhenti. Kasus lain yang juga sering terjadi adalah kurangnya pengawasan terhadap kualitas kontrol dan manajemen mutu &lt;em&gt;franchisee&lt;/em&gt;, sehingga produk yang dibeli tidak sama antara satu tempat dengan tempat lain. &lt;em&gt;Franchisee&lt;/em&gt; yang sukses umumnya adalah mereka yang memang benar-benar menaruh minat pada jenis usaha yang dibeli, jadi bukan hanya sekedar investasi belaka, namun juga memperhitungkan faktor motivasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Memilih jenis franchise setara dengan memilih pasangan hidup. Hubungan antara franchisor dan franchise harus harmonis dan langgeng. Jika seseorang tidak pernah menyukai mengutak atik mobil, disarankan untuk tidak membeli franchise bengkel. Atau jika seseorang tidak senang merawat pakaian, jangan membeli &lt;em&gt;franchise laundry&lt;/em&gt;. Jenis usaha waralaba yang ada di Indonesia sudah sangat beragam mulai dari bakery, café, F &amp;amp; B, internet, apotik, agen properti, salon, retail, pendidikan, hobi, perhiasan, cargo bahkan sampai &lt;em&gt;plumbing service&lt;/em&gt; pun sudah tersedia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Besarnya variasi usaha ini hendaknya memudahkan masyarakat untuk memilih yang benar-benar tepat untuk dirinya. Tidak sedikit pula jenis &lt;em&gt;franchise&lt;/em&gt; lokal yang sudah benar-benar mantap menjaga kualitas dan membangun citra produknya sehingga mereka sudah mulai &lt;em&gt;go international&lt;/em&gt; dengan mengikuti berbagai expo di mancanegara dan sudah membuka cabangnya di luar negeri. Prospek pasar masih luas dan menanti. Kita semua berharap suatu saat semua pihak waralaba di Indonesia, baik &lt;em&gt;franchisor &lt;/em&gt;maupun &lt;em&gt;franchisee&lt;/em&gt; sudah mempunyai profesionalisme dan etos kerja yang tinggi, yang melahirkan sistem yang benar-benar teruji, sehingga produk dan sumber daya manusia yang berkualitas dapat menjadi suatu epidemi di masyarakat Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;(Yohanes Heidy Purnama, General Manajer NEO Promosindo, Komisaris Majalah Info Franchise Indonesia)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7728723431089943107-3879288841881420174?l=pse-wirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/3879288841881420174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7728723431089943107/posts/default/3879288841881420174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-wirausaha.blogspot.com/2008/03/epidemi-trend-konsep-bisnis-waralaba.html' title='Trend Konsep Bisnis Waralaba'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry></feed>
